Super! Samuel Kevin Pasaribu Diterima Kuliah di 6 Kampus Top Dunia

TOPMETRO.NEWS – Siapa yang tak bangga diterima di sejumlah kampus tenar di dunia. Pun Samuel Kevin Pasaribu (25).

Warga Jalan Multi Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Sumatera Utara ini diterima di 6 kampus top dunia guna mengikuti perkuliahan dan penelitian program S3 atau Doctor of Philosophy (PhD).

Samuel Pasaribu memperoleh beasiswa dari 6 perguruan tinggi dimaksud.

Mulai dari Yale University (Amerika Serikat), Duke University (Amerika Serikat), Oxford University (Inggris-Amerika), Cornell University (Amerika Serikat), Scripps Research Amerika Serikat) dan Duke-NUS Medical School (Singapura).

“Saya diterima mengikuti perkuliahan di 6 kampus top dunia. Pembiayaan full beasiswa,” kata Samuel Pasaribu lewat sambungan telepon dari Singapura, Minggu (2/8).

Samuel menyebut, memutuskan melanjut ke Oxford University, kampus kerja sama United Kingdom-Amerika Serikat mengambil jurusan biokimia. Pendidikan dimulai September 2026.

“Saya akan lanjut ke Oxford University jurusan biokimia,” kata putra dari pasangan suami istri Pendeta Jingles Pasaribu-Jojor Silaban.

Dijelaskan, kendati Oxford University menyediakan beasiswa, Samuel –seperti dikutip TOPMETRO.NEWS dari sebuah postingan anonim facebook @Dunia Batak — menetapkan hati mempergunakan beasiswa dari lembaga penelitian Agency for Science Technology and Research Singapore (A STAR). Beasiswa tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri-Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Siow Huang, Jumat (31/7).

“Pendidikan PhD dibiayai beasiswa lembaga penelitian Singapura, A STAR. Sambil kuliah, dapat gaji bulanan lagi,” kata alumni SMPN 1 Sidikalang itu.

Berapa besaran beasiswa diterima? Samuel memastikan, jauh lebih besar dari bantuan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia. Juga lebih tinggi dari beasiswa Oxford. Angkanya, secret (rahasia).

“Kalau angka beasiswa, itu secret. Pastinya jauh lebih tinggi dari alokasi LPDP,” kata Samuel.

Hal istimewa, lewat beasiswa lembaga riset Singapura, Samuel mendapatkan ragam fasilitas. Diantaranya, tiket pergi dan pulang 1 kali setahun ke Singapura dan akomodasi lainnya. Setelah tamat, nantinya bekerja di perusahaan donatur selama 2 tahun. Lalu, 2 tahun kemudian, bisa tetap bekerja di lembaga itu atau meniti karir di pemerintahan, menjadi dosen atau job lain.(dp)

Related posts

Leave a Comment